Postingan

Masjid al-Furqaan : Masjid di Jalan Veteran Utara Kota Makassar

Gambar
  Masjid al-Furqaan   Masjid al-Furqaan berada di Jalan Veteran Utara, lorong 40, nomor 15, RT 05, RW 01, Kelurahan Maradekaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Area tanah  masjid ini berasal dari wakaf yang dari Haji Sapiah.  Luas masjid ini dengan ukuran 10 m x 15 m.  Tampilan bagian depan masjid Bagian dalam Masjid, Lantai 1, Warga kompleks keluarahan Maradekaya sedang sholat Maghrib secara berjamaah dan sholat sunnah rawatib  (Senin, 10 November 2025)                         Masjid ini terdiri dari dua lantai, lantai satu dipakai sebagai tempat ibadah utama seperti salat lima waktu. Sedangkan lantai dua biasanya digunakan untuk anak-anak kelurahan Maradekaya belajar mengaji program TPA (Tempat Pengajian al-Qur’an). Sumber : Razzaq, F.A. (2024). Strate...

"HISTORY OF JAVA" ATAU "SEJARAH JAWA" JILID II THOMAS STAMFORD RAFFLES SEBAGAI BAGIAN DARI HISTORIOGRAFI KOLONIAL

Gambar
 " HISTORY OF JAVA" ATAU "SEJARAH JAWA" JILID II THOMAS STAMFORD RAFFLES BAGIAN DARI HISTORIOGRAFI KOLONIAL Ahmad Amri Alfajar, Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, 2025                                  Thomas Stamford Raffles lahir pada 6 Juli 1781, Ayahnya bernama Benjamin Raffles dan merupakan kapten Kapal dagang Ann yang telah jauh di Pelabuhan Morant, Jamaika, sedangkan Ibunya bernama Anne Lyde berasal dari Yorkshire. Pada umur 14 tahun, Raffles pernah menempuh pendidikan di sekolah asrama pada tahun 1795, setelah lulus dia bekerja sebagai juru tulis di EIC ( East India Company ). Raffles pintar berbahasa melayu, dia mendapat kepercayaan di tempatkan di Malaka dari Gubernur Jenderal di Kalkuta India, Lord Minto. Ketika situasi di Eropa sedang kacau, Napoloen Bonaparte menguasai Kerajaan Belanda, yang menjadi rajanya adalah Louis Napoloen adiknya Napoleon B...

HISTORY OF JAVA OLEH THOMAS STAMFORD RAFFLES BAGIAN DARI HISTORIOGRAFI KOLONIAL

Gambar
HISTORY OF JAVA OLEH THOMAS STAMFORD RAFFLES BAGIAN DARI HISTORIOGRAFI KOLONIAL Ahmad Amri Alfajar,  Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin 2025. 1        Penulisan sejarah pada masa kolonial itu dimulai ketika hadirnya orang-orang Eropa di Nusantara yang menetap menjadi warga negara Hindia Belanda. Mereka sebagai pendatang ada yang bekerja untuk menjadi Pejabat Pemerintah misalnya ada yang jadi Gubernur Jenderal, Residen, Asisten Residen. Mereka membuat tulisan-tulisan dalam bentuk laporan ketika mereka menetap di Hindia Belanda. Di dalam penulisan historiografi kolonial cenderung Eropasentrisme yang artinya bagaimana sejarah yang berfokus pandangan sentral orang-orang Eropa terhadap penulisan sejarah Indonesia. Sehingga subjektivas orang-orang Eropa cenderung lebih berat sebelah karena kesannya bahwa sejarah Indonesia dimulai ketika hadirnya orang-orang Eropa di Nusantara.           Menurut Pr...